Tradisi Makotek Bali, Budaya Tradisional Mengusir Kesialan dan Balak di Pulau Dewata

Liburan di Bali anda tidak hanya dapat menikmati keindahan alam atau objek wisatanya saja, melainkan anda juga dapat menikmati atau mengetahui mengenai budaya dan tradisi yang masih di jaga oleh warga Bali. Sebuah tradisi di Bali yang dapat menarik minat wisatawan, salah satunya adalah Tradisi Makotek Bali.

Jika anda sedang berlibur di Bali, jika anda beruntung maka anda mungkin dapat melihat atraksi Makotek yang satu ini. Atau jika anda memang penasaran dan ingin mengetahuinya, maka anda dapat berlibur ke Bali pada saat tradisi Makotek ini diadakan.

Tradisi Makotek Bali

Makotek ini rutin diadakan setiap 6 bulan sekali (210 hari sesuai kalender Hindu) lebih tepatnya pada 10 hari setelah Hari Raya Kuningan. Makotek ini diadakan di Desa Munggu, jadi anda bisa langsung meluncur ke Desa Munggu untuk melihat seru dan uniknya atraksi saat Tradisi Makotek.

Sejarah Tradisi Makotek Bali

Pada jaman dahulu yaitu di jaman kerajaan, Makotek merupakan acara sambutan rakyat yang mengelu-elukan dan memberikan semangat kepada para pasukan Kerajaan Mengwi yang datang dari Jawa setelah membawa kemenangan melawan Raja Balambangan.

Kini Makotek yang juga dikenal dengan istilah Ngerebek ini diadakan sebagai upacara untuk memohon keselamatan. Pada jaman penjajahan Belanda di tahun 1915 dulu, tradisi ini sempat dhentikan.

Dikarenakan khawatir akan terjadinya sebuah pemberontakan. Namun, malah terjadi wabah penyakit. Akhirnya melakukan perundingan yang cukup alot untuk pemberian ijin kembali dan kemudian tradisi ini bisa ada hingga sekarang.

Tradisi Makotek Bali

Para peserta yang mengikuti Makotek ini berasal dari kalangan yang berusia 12 tahun hingga 60 tahun. Peserta yang ikut serta diwajibkan untuk mengenakan pakaian adat Madya. Biasanya sebelum atraksi Makotek dimulai, para peserta terlebih dahulu melakukan persembahyangan bersama dan ucapan terima kasih atas segala hasil perkebunan serta usaha yang telah dijalankan.

Kemudian selanjutnya para peserta melakukan pawai menuju ke sumber air yang ada di kampung ini. Para peserta telah dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan tiap kelompok terdiri dari 50 orang sambil membawa tongkatnya masing-masing. Tongkat tersebut memiliki tinggi sekitar 2,5 meter yang terbuat dari kayu yang kulitnya telah dikupas.

Tongkat yang telah dibawa kemudian disusun menjadi berbentuk seperti kerucut. Tongkat-tongkat tersebut beradu dan menimbulkan bunyi “tek..tek”. Para peserta pun berjingkrak serta berputar sambil diiringi dengan gamelan yang semakin memacu semangat.

Bagi sipapun yang memiliki keberanian mereka akan mencoba untuk naik ke puncak piramid tongkat. Untuk naik ke atas uncak bisa dibilang susah, karena tidak jarang ada yang gagal dan terjatuh.

Dan bagi yang telah berdiri mencapai puncak, orang tersebut akan seperti seorang komandan yang memberikan komando pada pasukannya untuk terus melawan musuh. Mereka saling menabrakkan kumpulan tongkat dengan milik kelompok lain.

Lokasi Tradisi Makotek Bali

Atraksi yang ada di Tradisi Makotek Bali ini pastinya akan terlihat ramai dan menyenangkan. Anda yang sedang berada di Bali ketika tradisi Makotek sedang diselanggarakan, langsun mampir saja ke Desa Munggu, Mengwi, Badung. Anda dapat ikut serta menyaksikan keseruan dari atraksi-atraksi tradisi Makotek ini.