Tradisi Makepung Jembrana, Tradisi Unik Lomba Pacuan Kerbau di Bali

Tradisi Makepung Jembrana ini dapat anda temui di Kabupaten Jembrana. Tradisi yang satu ini sangat populer di kalangan masyarakat Jimbaran. Makepung sendiri merupakan sebuah pacuan hewan kerbau. Kata Makepung memiliki arti yaitu berkejar-kejaran. Dikarenakan itu lombanya saling berkejaran. Tradisi ini hampir sama dengan karapan sapi yang ada di Madura. Makepung merupakan sebuah pacuan adu kecepatan menggunakan yang sepasang kerbau yang ditunggangi atau dikendalikan oleh seorang sais atau joki.

Tradisi Makepung Jembrana

Tradisi Makepung Jembrana adalah rutinitas tahunan. Biasanya diadakan bertepatan dengan panen raya, yaitu sekitar bulan Juli hingga November. Beberapa event Makepung pun sering diadakan juga, seperti Jembrana Cup dan Bupati Cup serta masih banyak event lainnya. Para peserta yang hendak mengikuti ajang ini pastinya akan memilih-milih kerbau yang unggul, mereka akan memelihara dan merawatnya dengan baik. Para kerbau pun akan didandani atau dihias agar terlihat semakin gagah.

Sejarah Tradisi Makepung Jembrana

Tradisi Makepung sudah ada sejak tahun 1930-an. Awal berkembangnya adalah pada saat para petani selesai membajak sawah, mereka mencoba mangadu kerbaunya berpacu untuk menarik bajak di atas persawahan yang berlumpur. Kemudian banyak teman-teman mereka yang menyaksikan serta ingin ikut bergabung. Karena terus bertambahnya peminat Makepung ini, pada tahun 1960-an diadakanlah acara rutin, namun tidak di tempat berlumpur lagi, melainkan di jalan area persawahan.

Tradisi Makepung Jembrana

Di dalam Tradisi Makepung Jembrana terdapat bermacam-macam sirkuit di Jembrana, seperti Sanghyang Cerik, sirkuit Awen, sirkuit Desa Kaliakah, sirkuit Mertasari, sirkuit desa Delodbrawah dan sirkuit Pangkung Dalem, sirkuit tersebut berbentuk letter U dengan panjang lintasan 1 hingga 2 km. tempat pelaksanaan dapat berubah-ubah tergantung kondisi.

Keunikan Tradisi Makepung Jembrana

Salah satu keunikan yang terdapat pada tradisi Makepung ini adalah penentuan kemenangan. Kemenangan tidak berdasarkan siapa yyang sampai di garis finish terlebih dahulu, melainkan berdasarkan jarak antar peserta. Jarak yang ditentukan biasanya 10 meter.

Siapapun peserta yang dapat memperlebar jarak lebih dari 10 meter dengan peserta kedua maka peserta yang ada di depan adalah pemenangnya, dan apabila peserta yang ada di belakangnya dapat mempersempit jarak hingga kurang dari 10 meter, maka peserta yang ada di belakanglah yang akan menjadi pemenang.

Dalam pacuan ini para sais atau joki tidak menggunakan cambuk untuk melecut kerbau, melainkan menggunakan tongkat bergigi paku. Walaupun itu terlihat menyakiti si kerbau, malainkan sang joki pun juga memiliki obatnya untuk menyembuhkan kerbau.

Setiap berjalannya acara pacuan, akan diiringi dengan musik jegod, yaitu musik tradisional khas Bumi Makepung Jembrana. Selain itu diiringi juga dengan tari makepung yang dibawakan oleh para remaja putri. Tradisi Makepung ini adalah pacuan kerbau yang sangat seru untuk disaksikan. Siapapun yang mengikuti makepung dibutuhkan nyali yang besar dan keahlian agar mereka tidak terhempas ketika kernau sedang melaju kencang.

Lokasi Pelaksanaan Tradisi Makepung Jembrana

Bagi anda yang tertarik juga ingin melihat Makepung ini, anda dapat berkunjung ke Jembrana pada bulan-bulan Juli hingga Oktober di hari minggu. Dari kegiatan iseng para petani, kini Tradisi Makepung menjadi tradisi yang disucikan oleh masyarakat Bali. Sungguh kaya adat dan budaya Indonesia.