Pura Mangkunagaran Solo, Wisata Bersejarah Berkeliling Istana Megah Bergaya Eropa

Kota Solo memang punya banyak tempat wisata yang bernilai sejarah tinggi. Pura Mangkunagaran Solo adalah salah satunya. Meski memiliki nama pura, tempat ini bukan sebuah tempat ibadah untuk pemeluk agama Hindu, lho. Sebaliknya, pura ini merupakan sebuah istana yang megah.

Lalu, bagaimana kok bisa tempat ini punya embel-embel nama pura? Pura dalam bahasa Jawa memiliki makna sebuah istana. Penamaan itu pun sesuai dengan fungsi tempat ini di masa lalu, digunakan sebagai pusat pemerintahan ketika Surakarta bagian utara di bawah kepemimpinan Raden Mas Said yang bergelar Mangkunagaran I.

Pura Mangkunagaran Solo didirikan pada tahun 1757 dan merupakan imbas dari adanya perjanjian Giyanti. Pasukan di bawah kepemimpinan Pangeran Arya Mangkunagaran yang bermaksud menentang penjajah Belanda. Beliau dikenal sebagai pewaris sah Kerajaan Mataram, sementara Belanda menginginkan Adipati Anom (PB II) sebagai pemimpin.

Istana Mangkunagaran Solo, wisata, vacation

Hasilnya, terjadi perang saudara di Surakarta. Dari perang saudara ini, muncullah perjanjian yang disebut dengan nama Perjanjian Giyanti. Imbas dari perjanjian ini adalah pembagian wilayah Surakarta, dan di bagian utara dikuasai oleh Raden Mas Said yang bertempat di Pura Mangkunagaran Solo.

Seiring dengan perjalanan waktu, istana ini mengalami banyak perbaikan fisik. Dalam prosesnya, desain arsitektur bangunan pun memperoleh pengaruh dari budaya barat. Jadi, tidak heran kalau bangunan ini memiliki ciri sebagai bangunan yang bergaya Eropa. Selain memiliki desain arsitektur unik, di dalamnya juga terdapat berbagai koleksi yang tak kalah menariknya.

Istana Mangkunagaran Solo, wisata, vacation

Cara Berkunjung ke Pura Mangkunagaran Solo

Pura Mangkunagaran Solo beralamat di Jl. Ronggowarsito, Keprabon, Banjarsari, Surakarta. Anda bisa berkunjung ke tempat wisata ini dari hari Minggu sampai Jumat. Untuk hari Senin-Jumat, tempat ini buka dari pukul 08.30 sampai pukul 14.00. Sementara itu di hari minggu, tutup lebih awal pada pukul 13.00.

Tiket masuk ke tempat wisata ini tidak terlalu mahal. Anda hanya perlu membayar biaya masuk sebesar Rp10 ribu per orang. Sementara itu, untuk turis mancanegara dikenakan tiket masuk sebesar Rp 20.000. Ketika memasuki area istana, Anda juga akan dibarengi dengan tenaga guide yang memberi informasi penting terkait istana.