Pura Gua Gajah, Pura Unik di Pulau Dewata Bali

Lokasi wisata di Bali yang selalu ramai dikunjungi wisatawan tak hanya pantai Kuta atau Pantai Sanur saja, namun Gua Gajah Bali juga selalu penuh oleh kunjungan wisatawan. Pura Gua Gajah senantiasa masuk dalam jadwal paket tour yang disediakan oleh penyedia jasa wisata. Hal ini dikarenakan obyek wisata ini sangat patut untuk dikunjungi sebagai peninggalan budaya dan sejarah agama Hindu dan Budha yang harus dilestarikan dan dijaga.

Menurut asal muasalnya, Gua Gajah berasal dari kata yang terdapat pada kitab Negarakertagama yakni “Lwa Gajah”. Kitab Negarakertagama sendiri adalah kitab yang disusun pada tahun 1365 Masehi oleh Mpu Prapanca.  “Lwa Gajah” dapat diartikan sebagai tempat pemujaan para biksu umat Budha yang berada di tepi sungai. Gua Gajah dibangun pada masa pemerintahan Raja Sri Astasura Ratna Bumi Banten sekitar abad 11 Masehi, konon merupakan tempat beliau bertapa.

Pura Gua Gajah
Instagram photo by @shaza_vosa

Selain goa terdapat juga tujuh kolam suci yang diantaranya berdiri tujuh patung bidadari yang memancarkan air di sekitar lokasi goa. Patung bidadari yang memancarkan air ini merupakan simbol dari tujuh sungai suci di India sebagai tempat lahirnya agama Hindu dan Budha dan merupakan perlambang kesuburan.

baca juga: Bukit Campuhan Ubud, Sensasi Suasana ala Pedesaan di Bali

Dalam kawasan suci ini terbagi dalam tiga bagian. Pertama, komplek bangunan suci agama Hindu yang dibangun sekitar abad 10 Masehi. Kedua, bangunan suci agama Hindu yang berbentuk pura-pura kecil atau “pelinggih”. Lalu terakhir adalah bangunan peninggalan agama Budha yang dibangun sekitar abad ke-8 Masehi.

Di sebelah timur goa terdapat tiga Lingga Besar yang berdiri dalam sebuah ceruk. Di sebelah barat terdapat arca Ganesha. Sedangkan di bagian tengah akhir (keluwan) terdapat tiga Lingga sebagai lambang Dewa Siwa (Sang Hyang Tri Purusa). Di bagian depan goa (teben) terdapat patung Ganesha sebagai anak dari Dewa Siwa.

Pura Gua Gajah
Instagram photo by Robb Robb

Ganesha merupakan anak dari Dewa Siwa dengan Parwati yang berwujud tubuh manusia dengan berkepala gajah. Dimungkinkan atas keberadaan patung Ganesha inilah sehingga nama Gua Gajah disematkan atas lokasi suci ini.

baca juga: Kebun Binatang Bali ( Bali Zoo Park ), Pilihan Wisata Keluarga yang Menyenangkan

Untuk masuk ke lokasi Gua Gajah, pengunjung harus membayar 15 ribu rupiah/orang dengan biaya parkir kendaraan 5 ribu rupiah/mobil. Situs bersejarah ini beberapa bagiannya tertimbun tanah karena pernah mengalami kehancuran akibat gempa bumi.

Namun pada tahun 1923 ditemukan kembali dan dijaga serta dirawat seperti sekarang. Lokasinya yang berada di pedesaan serta suasana alam yang masih asri dan alami, bisa menjadikan nuansa semakin sakral dan damai serta ketenangan.

Lokasi Pura Gua Gajah

Pura Gua Gajah terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar. Jika dari Denpasar berjarak sekitar 26 kilometer dan berlokasi tepat di tepi jurang yang merupakan pertemuan sungai kecil di Desa Bedulu.

Dari tempat parkir kendaraan, pengunjung harus menuruni anak tangga untuk menuju lokasi Gua Gajah. Lokasi yang dipenuhi dengan rindangnya pepohonan semakin menambah kesejukan dan keasrian alam.