Menggapai Puncak Gunung Rinjani Pulau Lombok

Gunung Rinjani merupakan salah satu gunung terindah di Indonesia yang menjadi objek wisata petualangan alam paling diminati oleh wisata domestik dan mancanegara, dengan ketinggian Gunung Rinjani mencapai 3.726 mdpl serta letak Gunung Rinjadi pada posisi 8º25′ Lintang Selatan dan 116º28′ Bujur Timur hingga jalur pendakian Gunung Rinjani begitu diminati oleh para pendaki. Hingga membuat kami beserta tim memutuskan berangkat menuju gunung tersebut.

Pendakian Gunung Rinjani yang sudah direncanakan hampir tiga bulan sebelum keberangkatan. Hal tersebut dilakukan mengingat budget dan waktu yang dibutuhkan lumayan menyita perhatian lebih. Apalagi status rata-rata tim merupakan pegawai kantoran, jadi harus negosiasi dengan ketersediaan cuti masing-masing anggota tim. Untuk mendaki Gunung Rinjani dibutuhkan waktu normal empat hari tiga malam. Setelah berdiskusi menggunakan whatsapp, akhirnya kita memutuskan untuk berangkat ke Puncak Rinjani, Lombok pada tanggal 16 Agustus 2015. Tim kami terdiri dari dua rombongan kecil dari Bandung empat orang (Aku, Inna, Wawan, Koh Biyan) dan Jakarta tiga orang (Rizka, Bang Yul, Bang Aziz) dengan meeting point di Bandara Praya Lombok.

Tiba pada hari keberangkatan, tim Jakarta mendapatkan jadwal penerbangan lebih awal daripada tim Bandung hingga otomatis mereka sampai lebih dulu daripada kami. Sedangkan untuk penerbangan Bandung, kami menggunakan maskapai Citilink dengan keberangkatan jam 10.00 WIB. Ketika tiba di Bandara Praya Lombok, kami pun mendapat satu orang tambahan personil Denis dari Majalengka. Akhirnya kami bertemu dengan rombongan Jakarta di masjid Bandara Praya. Sambil menunggu mobil jemputan kamipun mulai beristirahat dan melaksanakan sholat.

Karena Wawan mempunyai kerabat di Lombok jadi kami mendapatkan kemudahan dan keuntungan dengan fasilitas akomodasi. Mobil datang menjemput kami dan membawa kami ke rumah kerabat Wawan di daerah Aikmal. Perjalanan terasa lancar dan jalanan pun terasa sepi. Sekitar pukul lima sore kamipun tiba di kediaman kerabat Wawan tersebut untuk beristirahat mengumpulkan tenaga sebelum memulai pendakian Rinjani esok hari.

Pendakian Gunung Rinjani, jalur pendakian gunung rinjani, puncak rinjani, puncak tertinggi di dunia, puncak gunung rinjani, puncak gunung, pendakian rinjani, gunung rinjani lombok, ketinggian gunung rinjani, mendaki gunung, mendaki gunung rinjani, tinggi gunung rinjani, nama gunung di Indonesia, gunung tertinggi di Indonesia, letak gunung rinjani, gunung terindah di Indonesia, anak gunung rinjani, anak gunung, gunung rinjani, rinjani, rinjani lombok, gunung tertinggi

gunung rinjani meletus, rinjani meletus

Pukul lima pagi, kami sudah terjaga dari tidur dan langsung mempersiapkan diri serta peralatan untuk pendakian. Tak lupa kamipun membeli keperluan logistic terlebih dahulu di Pasar Aikmal yang letaknya tidak jauh dari rumah tempat kami beristirahat. Setelah selesai mandi dan sarapan kami pun mulai berangkat sekitar jam sembilan pagi menuju Desa Sembalun. Perjalanan yang kami tempuh cukup menyita waktu kami lumayan panjang. Melewati perkampungan hingga hutan yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Panasnya sengatan matahari jam 10 pagi tidak terlalu terasa, karena pemandangan menakjubkan serta hawa yang sejuk telah disajikan alam selama perjalanan menuju Desa Sembalun.

Cerita akan disambung di artikel berikutnya, blog penulis asli dapat dikunjungi disini