Kawah Ratu, Pesona Wisata Petualangan Di Gunung salak

Gunung Salak memang menyimpan banyak keindahan. Banyak pula yang menjulukinya sebagai gunung penuh mistis. Bagaimanapun juga, Gunung Salak merupakan ikon kebanggaan warga Bogor. Gunung dengan vegetasi hutan yang rapat ini memiliki banyak sumber mata air, sehingga tak heran jika ditemukan banyak sekali curug (air terjun) di lerengnya. Ada lagi yang unik dari Gunung Salak. Kawahnya tidak terletak di puncak seperti pada umumnya gunung-gunung lain, tetapi ada di tengah-tengah gunung. Kawah inilah yang dikenal dengan sebutan Kawah Ratu.

Kawah Ratu

Daya Tarik Kawah Ratu

Kawah Ratu merupakan tempat menarik yang bisa dikunjungi oleh para pecinta wisata alam. Yang menjadikan kawah ini berbeda dengan kawah-kawah lain adalah keberedaan aliran sungai. Ya, Kawah Ratu dilintasi oleh aliran Sungai Cikuluwung sepanjang kira-kira 1 km. Hal itulah yang menjadi Daya Tarik Kawah Ratu tersendiri dari kawah ini. Dilihat dari kejauhan, air sungai tersebut terlihat berwarna biru toska. Namun, saat kita mendekat, akan ada warna kuning di dasar sungai yang terlihat dengan jelas. Warna kuning tersebut adalah endapan belerang. Di Kawah Ratu, terdapat sumber mata air mengalir dan turun ke bawah sebagai Curug Seribu, tetapi airnya tidak bisa diminum langsung. Curug Seribu merupakan air terjun terbesar di Gunung Salak dan letaknya paling tinggi di antara yang lain. Pemandangan Kawah Ratu memang terkesan gersang, dengan aura mistis dan misterius. Walaupun begitu, masih banyak pula tumbuhan seperti lumut yang hijau.

Daya Tarik Kawah Ratu

 

Rute Menuju Kawah Ratu

 

Rute Menuju Kawah Ratu Ada 2 jalur pendakian resmi yang bisa dilalui, yaitu melalui Cidahu (Sukabumi) dan melalui Pasir Reungit yang terletak di Gunung Bunder. Untuk mendaki ke tempat tersebut, sebaiknya ditemani pemandu yang sudah berpengalaman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat, menghirup gas beracun dan lain sebagainya. Bagaimanapun jalan-jalan ke gunung tidak boleh dianggap remeh meskipun jalurnya terbilang mudah. Untuk menuju ke Kawah Ratu melalui jalur Pasir Reungit, jarak yang harus ditempuh sejauh 3,6 kilometer. Jarak sejauh itu bisa ditempuh sekitar 2 jam lebih.  Medannya tak terlalu sulit, karena jalurnya lumayan landai. Lagipula Kawah Ratu hanya berada di ketinggian 800-900 mdpl, tidak terlalu tinggi. Jadi, bisa dikatakan cocok untuk olahraga santai. Sepanjang jalur perjalanan, di kanan dan kirinya terdapat banyak tumbuhan yang kadang-kadang membuat pendaki harus sedikit menunduk saat melewatinya.  Suasana yang sepi dan trekking yang terkadang menyempit, bisa dipastikan bahwa tempat tersebut jarang dilewati orang. Sepanjang perjalanan, jalan setapak diantara batu dan tanah yang becek harus dilalui. Tidak jarang pula sungai atau jalan air harus dilalui.  Jalur ke Kawah Ratu ini memang jalur basah. Suara gemericik air sungai hampir selalu terdengar mengiringi langkah kaki, karena banyaknya jalan air yang harus dilewati. Harus diingat, sangat tidak disarankan untuk menuju ke sini di saat musim hujan, karena dikhawatirkan bisa terseret arus.
Seringkali jalan setapak yang dilalui bercabang, tanpa penunjuk arah sama sekali. Mungkin inilah yang menjadi penyebab banyak orang tersasar. Jangan kaget ketika melalui jalur berair setinggi mata kaki. Di beberapa tempat, ketinggian airnya bahkan ada yang hampir selutut. Meski begitu, airnya begitu jernih dan terasa dingin sekali di kaki. Sebelum mencapai Kawah Ratu, ada dua kawah yang akan dilewati, yaitu Kawah Mati I dan Kawah Mati II. Entah mengapa disebut mati, mungkin karena sudah tidak aktif lagi. Bau belerang terasa menyengat ketika tiba di Kawah Mati I. Ada sungai kecil yang warnanya agak keputihan karena pengaruh belerang. Suasana di sini begitu berbeda dengan jalur sebelumnya.  Terasa sunyi, mencekam dan tentu saja mistis. Banyak sisa ranting-ranting kering dan pohon-pohon mati di sana. Namun, masih banyak pula pohon yang masih hidup sekitarnya.  Setelah melewati Kawah Mati I, untuk menuju Kawah Ratu harus melewati jalan menanjak agak terjal yang dipenuhi akar-akar pohon. Setelah itu, di sisi kanan terlihat sebuah danau, yang disebut danau mati. Pemandangan layaknya hutan mati dihiasi aliran belerang berwarna kuning dan batu-batu besar terpampang di depan mata.

Rute Menuju Kawah Ratu