Desa Penglipuran Bali, Desa Paling Bersih yang Jadi Destinasi Wisata Budaya Menarik

Tempat dimana anda dapat merasakan nyamannya berada di tempat yang jauh dari suasana sesak, ramai, dan penuh polusi seperti di kota yaitu di Desa Penglipuran Bali. Desa yang menjunjung tinggi adat istiadat dan tradisi ini benar-benar sangat menarik untuk dikunjungi.

Menurut cerita dari penduduk, Desa Penglipuran Bali telah ada sejak lebih dari 700 tahun silam dimana saat itu adalah masa Kerajaan Bangli. Desa Penglipuran Bali merupakan tempat dimana para raja-raja Bali ingin beristirahat dan menikmati suasana yang damai dan tenang. Karena itu sama dengan arti namanya ‘Penglipuran’ yaitu penghibur, serta jika dilihat asal muasal namanya ‘Pengeling Pura’ yang artinya tempat suci untuk mengenang para leluhur.

Desa Penglipuran Bali

Desa yang memiliki luas 112 hektar ini memiliki suasana yang asri, udanya sangat sejuk karena memang letaknya berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaann laut (mdpl). Nuansa hijau dari berbagai tanaman tumbuh disekeliling rumah-rumah penduduk dapat menyegarkan pandangan anda, ditambah langit biru yang mengagumkan.

Saat anda berkunjung di Desa Penglipur dipastikan anda tidak akan menjumpai sampah berserakan dimanapun. Lingkungannya benar-benar bersih bebas dari sampah berceceran. Apabila anda berlibur di desa ini jangan coba-coba untuk membuang sampah sembarangan, anda harus membuang sampah di tempat sampah yang ada demi menjaga lingkungan serta menghormati warga setempat yang telah menjaga kebersihan.

Selain sampah, anda juga tidak akan mennghirup udara kotor akibat polusi dari kendaraan bermotor. Apabila anda berkunjung membawa mobil atau sepeda motor, maka anda harus parkir terlebih dahulu. Disini kendaraan bermotor dilarang melewati jalan desa.

Desa Penglipuran Bali Dinobatkan Jadi Desa Terbersih

Selain keadaan lingkungannya yang bersih dan asri, ada keunikan yang dimiliki Desa Penglipuran Bali, yaitu arsitektur rumah-rumah warganya yang hampir sama. Anda dapat melihat rumah-rumah yang berderet dengan gaya tradisional.

Rumah-rumah dilengkapi dengan gapura dan terkadang terdapat anjing ras kintamani di depannya. Tata letak pemukimanpun juga diterapkan secara turun-temurun dari masa ke masa, seperti perumahan yang berada di tengah, bangunan suci harus terletak di hulu, dan ladang usaha berada di pinggir atau hilir.

Desa Penglipuran Bali

Apabila anda ingin mendapatkan pengalaman berlibur yang lebih menyenangkan lagi di Desa Penglipuran, maka anda dapat berkunjung ketika Hari Raya Galungan. Hari Raya Galungan yang diperingati setiap 6 bulan sekali ini merupakan hari raya besar umat Hindu di Bali.

Saat perayaan hari raya ini anda dapat melihat jejeran penjor yang merupakan sarana umat Hindu berupa pohon bambu panjang, dengan ujungnya yang dihiasi dan ditancapkan di depan pekarang rumah. Anda juga dapat menyaksikan para gadis Bali mengenakan pakaian adat Bali yang membawa banten atau persembahan menuju pura.

Lokasi Desa Penglipuran Bali

Desa Penglipuran Bali berlokasi di wilayah Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Berjarak 45 km dari kota Denpasar dan dapat ditempuh selama sekitar satu jam perjalanan. Harga tiket masuknya untuk wisatawan domestik IDR 15.000 bagi dewasa dan IDR 10.000 untuk anak-anak. Bagi wisatawan mancanegara IDR 30.000 bagi dewasa dan IDR 25.000 untuk anak-anak.

Berkunjung ke Desa Penglipuran anda dapat mengenal uniknya kebudayaan setempat serta keindahan alamnya, dan jangan lupa untuk membawa kamera atau alat rekam anda untuk dapat mengabadikan setiap momen anda berada di Desa Penglipuran.