Covid 19 serta Pengaruhnya pada Pariwisata di Indonesia

Selama ini Indonesia mengandalkan sektor pariwisata yang digadang-gadang sebagai sumber kontribusi devisa terbesar kedua bagi negara. Namun, pandemi corona Covid 19 mengubah semuanya. Sejak bergaungnya instruksi menjaga jarak sosial serta himbauan untuk beraktivitas di rumah saja, yang berakibat sektor pariwisata menjadi lesu. Bahkan, penurunan angka kunjungan pariwisata tersebut sudah dirasakan sebelum Indonesia mengumumkan adanya pasien positif corona pada awal Maret 2020.

Sejumlah stimulus yang telah disiapkan pemerintah untuk membangkitkan sektor pariwisata tak mampu membendung dampak negatif dari pandemi COVID-19. Objek wisata sudah banyak yang ditutup hal tersebut menandakan tak ada pemasukan lagi bagi mereka. Okupansi mayoritas hotel juga menunjukan penurunan angka yang drastis dan berarti tak ada pendapatan.
Bayang-bayang kelabu yang mengharuskan karyawan untuk dirumahkan atau PHK maupun tutup makin dekat. Salah satu contoh nyata, Kota Bandung yang merupakan kota dengan pendapatan pariwisatanya terbesar ketiga setelah Bali harus menutup semua objek wisata yang berada di kawasan Bandung Raya serta merumahkan seluruh karyawannya. Lalu, apa yang harus dilakukan pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menyelamatkan sektor yang jadi penyumbang devisa kedua terbesar setelah tambang itu?

Ia menyatakan sesuai surat edaran yang dikeluarkan pada 18 Maret 2020, segala kegiatan di dalam dan di luar ruangan di semua sektor yang terkait pariwisata dan ekonomi kreatif ditunda sementara waktu demi mengurangi penyebaran corona. Di sisi lain, ia menyatakan ada banyak pihak yang terdampak akibat kebijakan itu dan jumlahnya besar.
“Pemerintah juga mempersiapkan berbagai kebijakan dan langkah agar dapat mengurangi dampak wabah ini terhadap berbagai usaha, tentunya termasuk untuk sektor pariwisata ekonomi kreatif dan juga para pekerjanya. Dalam waktu dekat ini, pemerintah akan segera mengumumkan langkah-langkah konkrit terkait hal-hal di atas,” kata Menparekraf, dikutip dari Liputan 6.

Lebih dari 7.000 Pekerja Wisata Arung Jeram Dirumahkan serta Bantuan Paket Sembako untuk Pedagang di Obyek Wisata selama Covid 19 berlangsung

Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) menyebutkan ribuan karyawan yang terlibat dalam industri wisata arung jeram telah dirumahkan. Sebab, tak ada lagi wisatawan di tengah masa pandemi virus Corona.
“Perkiraan kami sekitar 7.804 karyawan (dirumahkan) berdasarkan survei online terhadap 50 operator dari 16 provinsi,” kata Ketua FAJI, Amalia Yunita, dikutip dari detikcom.

Wakil Bupati Kebumen bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi membagikan ratusan paket sembako kepada pedagang di obyek wisata Kebumen, Jawa Tengah. Bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian akibat ditutupnya obyek wisata karena pandemi virus Corona.

Didampingi oleh Forkopimda Kebumen dan Ketua DPC Hiswana Migas Kebumen, Wakil Bupati Kebumen yang sekaligus Wakil Gugus Tugas Penanganan COVID-19, mendistribusikan 672 paket sembako kepada para pedagang di objek wisata Kebumen,