Benteng Pendem Ngawi, Benteng Tua Peninggalan Jendral Van den Bosch Belanda

Benteng Pendem Ngawi menjadi bukti kekejaman seorang Jendral Van den Bosch yang merupakan salah satu jenderal kompeni Belanda. Sosok yang satu ini dikenal karena kebijakan tanam paksa atau cultuur stelsel yang diberlakukannya di Pulau Jawa akibat permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh Belanda. Meskipun dikenal sebagai peninggalan dari sosok jendral yang kejam, Benteng Pendem ini ternyata menjadi daya tarik tinggi para wisatawan di kota Ngawi.

benteng pendem ngawi 2
Bangunan tua Benteng Pendem Ngawi yang masih berdiri cukup kokoh via nortgren.blogspot.com

Benteng Pendem Ngawi sebenarnya mempunyai nama resmi dari Belanda sebagai Benteng Van den Bosch. Benteng ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda dari tahun 1839 hingga 1845. Berada di Kelurahan Pelem, Ngawi, Benteng Pendem ini pun menjadi salah titik penting bagi Belanda. Tak lain karena pembangunan benteng ini ditujukan agar Ngawi menjadi pusat pertahanan Belanda di Jawa Timur.

baca juga: Perlengkapan Naik Gunung untuk Para Pendaki Pemula, Penting Nih!

Penyematan nama Jendral Van den Bosch pada tempat ini pun nampaknya dilakukan sebagai salah satu bentuk penghormatan Belanda kepada sosok jendral tersebut. Terlebih, Van den Bosch merupakan salah satu jendral Belanda yang berperan penting dalam mengembalikan kondisi perekonomian negaranya dengan kebijakan Tanam Paksa.

Asal mula nama Benteng Pendem Ngawi

Lalu bagaimana ceritanya sehingga Benteng Van den Bosch ini mendapatkan nama Benteng Pendem? Tak lain karena benteng ini lokasinya berada di dataran rendah. Area di sekitar benteng ini memang dikenal sebagai wilayah dataran tinggi. Dan kalau ditengok dari luar, Benteng Pendem ini pun bakal terlihat sebagai sebuah bangunan yang terpendam tanah.

baca juga: 7 Tempat Wisata di Surabaya Wajib Kamu Kunjungi

Meskipun sudah berusia lebih dari 100 tahun, Benteng Pendem Ngawi ini ternyat amasih kokoh. Meski memang, bagian selatan bangunan benteng mengalami kerusakan yang disebabkan serangan bom Jepang. Terlepas itu, kondisi bangunan benteng ini cukup layak sebagai sebuah bangunan wisata. Secara khusus, Benteng Pendem ini pun menjadi lokasi yang menarik untuk mereka yang hobi fotografi.

Wisata murah di Ngawi

Dalam kesehariannya, Benteng Pendem ini dikelola oleh masyarakat sekitar. Jadi, fasilitas yang ada di sana pun masih sangat terbatas. Terlebih para traveler yang berkunjung ke sini juga membayar tiket masuk yang murah meriah, yakni sebesar 2 ribu rupiah per orang. Dengan biaya murah tersebut, para traveler pun bisa berpuas diri menyaksikan keunikan arsitektur dari bangunan tua ini.